Haus

Juli 2nd, 2008

Sepanjang jalan menuju Jakarta
Panas ini terus menerpa
Rasa haus semakin terasa
Apa daya minuman tak ada

*dehidrasi*


6 Responses to “Haus”

  1. Mbilung on Juli 2, 2008 1:01 pm

    lepaslah dahaga dengan segera
    minuman tersedia di mana-mana
    ini toh hanya dahaga raga
    bukan seperti dahaga cinta

    *ngasongin zam*

  2. zam on Juli 2, 2008 1:07 pm

    haus cinta memang susah obatnya
    jangan tertipu bujuk fatamorgana
    mari sini marilah segera
    kan kutawarkan oase peunh cinta..

  3. Mbilung on Juli 2, 2008 3:00 pm

    @zam

    padang gersang panas membara
    penuh dengan fatamorgana
    apakah tawaranmu nyata adanya
    atau hanya ilusi semata

  4. zam on Juli 2, 2008 3:24 pm

    fatamorgana di tengah gurun
    memberi kesejukan di padang gersang
    biarkan saja kisah ini mengalun
    menghadapi godaan dan rintangan menghadang..

    *halah*

  5. rama on Juli 2, 2008 3:52 pm

    Makanya bulek, kayak rama dong, kemana-mana bawa air minum pake botol akua

  6. -=«GoenRock®»=- on Agustus 1, 2008 5:44 pm

    Ealah nduk, mangkanya kalau ngamen itu sekalian jualan aqua.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (wajib)

Email (wajib)

Situs web

Speak your mind